Tafsir Surat Al-An’am Ayat-87

87. وَمِنْ ءَابَآئِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ وَٱجْتَبَيْنَٰهُمْ وَهَدَيْنَٰهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

wa min ābā`ihim wa żurriyyātihim wa ikhwānihim, wajtabaināhum wa hadaināhum ilā ṣirāṭim mustaqīm
87. Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Tafsir :

Pada ayat ini terdapat penjelasan bahwa yang mendapatkan hidayah bukan hanya para nabi-nabi saja, akan tetapi sebagian  dari nenek moyang mereka dan keturunan mereka juga mendapatkan hidayah. Di sisi lain, ayat ini juga merupakan dalil bahwa orang-orang yang ada di sekitar nabi baik saudara, nenek moyang dan keturunannya , tidak selalu mendapatkan hidayah, karena Allah ﷻ menggunakan huruf مِنْ التَّبْعِيْضِيَّة, yang bermakna sebahagian.  Di antara yang menguatkan hal ini adalah firman Allah ﷻ,

﴿وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰ إِسْحَاقَۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ مُبِينٌ﴾

“Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.” (QS. As Saffat: 113)

Sebagai bukti nyatanya, kita semua mengetahui bahwa kalangan kafir nan pembangkan dari Bani Israil yang dicela dalam Al-Qur’an, serta orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka adalah keturunan dari Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam. Begitu pula kalangan kafir Quraisy yang mencela, mengolok-olok, bahkan berusaha membunuh Nabi Muhammad ﷺ dan kaum mukminin, adalah keturunan dari Nabi Isma’il ‘Alaihissalam.

Yang dimaksud dengan jalan yang lurus dalam ayat ini, adalah risalah yang merupakan tugas setiap nabi dan rasul yang Allah ﷻ utus, seperti pemurnian ibadah hanya kepada Allah ﷻ dengan tauhid, peringatan keras dari kesyirikan, keimanan kepada Hari Kebangkitan, seruan kepada akhlak yang luhur, dan yang semacamnya. Meskipun rincian syari’at dan tata cara ibadah para nabi mungkin berbeda, namun mereka semua sama-sama mendakwahkan hal-hal di atas kepada kaum mereka.