Tafsir Surat Al-An’am Ayat-24

24. ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

unẓur kaifa każabụ ‘alā anfusihim wa ḍalla ‘an-hum mā kānụ yaftarụn
24. Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.

Tafsir :

Jelas sekali bahwa yang apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrikin adalah kedustaan. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lontarkan sejatinya adalah kedustaan atas diri mereka sendiri, dan akibat buruknya pasti akan kembali membinasakan mereka sendiri.

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa setelah mereka bersumpah dengan kata-kata dusta mereka, Allah ﷻ pun menutup mulut mereka dan membiarkan tangan dan kaki mereka berbicara. Allah ﷻ berfirman,

﴿الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)

﴿وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا﴾

“Padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.” (QS. An-Nisa’: 42)[1]

Mereka tidak bisa menyembunyikan dan tidak bisa pula berdusta di hadapan Allah ﷻ. Maka, Allah ﷻ berfirman,

﴿وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ﴾

 Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.

Segala yang diyakini oleh kaum musyrikin terkait agama mereka, seperti keyakinan Yahudi bahwa barang siapa yang menyembah ‘Uzair akan selamat, keyakinan Nasrani bahwa barang siapa yang menyembah ‘Isa akan selamat, barang siapa yang meyakini trinitas akan selamat, keyakinan bahwa barang siapa yang menyembah Buddha akan selamat, dan seterusnya, kelak akan terjelaskan kesia-siaannya di Hari Kiamat. Argumentasi mereka akan terpatahkan, ibadah yang mereka peruntukkan kepada selain Allah (SWT) hilang tak berbekas, segala ajaran dan agama yang mereka ada-adakan akan hilang.

Ketika itulah mereka melihat kerugian yang nyata nan abadi yang akan membinasakan mereka. Mereka akan sadar bahwa segala yang mereka sembah selama ini hanyalah makhluk lemah yang tidak memenuhi persyaratan sebagai Tuhan, tak mampu berbuat apa pun untuk mereka kecuali atas izin Allah (SWT), Tuhan semesta alam.

_______________

Footnote :

[1] Lihat: Tafsir al-Qurthubi, (6/402-403).