Tafsir Surat Al-An’am Ayat-22

22. وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

wa yauma naḥsyuruhum jamī’an ṡumma naqụlu lillażīna asyrakū aina syurakā`ukumullażīna kuntum taz’umụn
22. Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: “Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?”.

Tafsir :

Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah ﷻ mengumpulkan mereka dengan sembahan-sembahan mereka selainNya, untuk menghinakan mereka dan menampakkan dahsyatnya kadar kerugian dan kesesatan mereka. Allah (SWT) menampakkan kepada mereka bahwa apa yang selama ini mereka sembah selainNya sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa.[1]

Di dalam ayat lain disebutkan,

﴿وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ﴾

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah. (QS. Al-Furqan: 17)

Allah ﷻ mengumpulkan para penyembah selain Allah ﷻ dengan apa yang mereka sembah selainNya, apa pun itu. Baik berupa para nabi, wali, orang-orang saleh, malaikat, jin, berhala-berhala, atau selain itu. Allah ﷻ berfirman,

﴿احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ﴾

(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah. (QS. As-Saffat: 22-23)

Firman Allah ﷻ,

﴿ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ﴾

“Kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?.”

Sembahan-sembahan mereka semua berlepas diri dari orang-orang yang menyembah mereka. Seluruh sesembahan mereka akan mengingkari perbuatan mereka, dan menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan syafaat kepada mereka tanpa seizin Allah (SWT).

Al-Qurthubi (RH) berkata,

(ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكاؤُكُمُ) سُؤَالُ إِفْضَاحٍ لَا إِفْصَاحٍ. (الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ) أَيْ فِي أَنَّهُمْ شُفَعَاءُ لَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ بِزَعْمِكُمْ، وَأَنَّهَا تُقَرِّبُكُمْ مِنْهُ زُلْفَى، وَهَذَا تَوْبِيخٌ لَهُمْ.

Pertanyaan Allah (SWT) pada ayat ini adalah untuk mempermalukan mereka, bukan untuk mengetahui jawaban mereka. Seakan Allah (SWT) mengatakan, [Di mana kah sekutu-sekutu Kami yang kalian sangka akan memberi syafaat bagi kalian di sisi Kami, yang kalian sangka bahwa mereka mampu mendekatkan kalian kepada Kami dengan sedekat-dekatnya?! Di mana kah mereka?!] Dan ini adalah bentuk penghinaan kepada mereka.[2]

__________________

Footnote :

[1] Lihat: Tafsir al-Qurthubi (7/174)

[2] Tafsir al-Qurthubi, (6/401).