Tafsir Surat Al-An’am Ayat-7

7. وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

walau nazzalnā ‘alaika kitāban fī qirṭāsin fa lamasụhu bi`aidīhim laqālallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn
7. Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

Tafsir :

Di dalam ayat ini Allah ﷻ kembali menggambarkan pembangkangan mereka yang luar biasa. Seandainya pun Allah ﷻ langsung menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam bentuk buku utuh yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas([1]) yang dapat mereka sentuh, niscaya mereka tetap akan ingkar dan memvonisnya sebagai sihir nyata belaka. Oleh karenanya, Allah ﷻ berfirman dalam ayat yang lain,

﴿وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ١٤ لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُورُونَ١٥﴾

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, ‘Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir’.” (QS. Al-Hijr: 14-15]

Setan telah mematri dalam benak mereka bahwa beliau ﷺ adalah penyihir, sehingga mukjizat dan pertanda apa pun yang beliau ﷺ perlihatkan, mereka akan langsung memvonisnya sebagai sihir belaka, dan bahwa mereka telah terpengaruhi sihir beliau ﷺ.

Ayat ini seakan-akan menjadi hiburan untuk Nabi Muhammad ﷺ, yang menghadapi permuduhan dan pembangkangan dari kaum dan bahkan kerabat dekat beliau ﷺ sendiri. Nabi Muhammad ﷺ seakan merasa bersalah akan hal itu, bahwa dirinya belum maksimal dan sempurna dalam mendakwahi mereka. Allah ﷻ pun menghibur beliau, dengan menegaskan bahwa memang demikianlah tabiat mereka.

_______________

Footnote :

([1]) Kita tahu bahwa dahulu Al-Qur’an ditulis di lauh. Lauh banyak jenisnya, ada lauh yang terbuat dari tulang, kayu, pelepah kurma, batu, dan kertas.