Tafsir Surat As-Sajdah Ayat-26

26. أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَٰكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ

a wa lam yahdi lahum kam ahlaknā ming qablihim minal-qurụni yamsyụna fī masākinihim, inna fī żālika la`āyāt, a fa lā yasma’ụn
26. Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?

Tafsir :

Tidakkah orang-orang kafir Arab tidak mendapatkan petunjuk dari apa yang terjadi kepada orang-orang atau generasi-generasi sebelum mereka. مِنَ الْقُرُونِ ‘generasi-generasi’, di antaranya adalah kaum Tsamud, kaum ‘Ad, dan generasi dari umat-umat terdahulu. Bagi mereka lokasi generasi dari umat terdahulu sangat makruf. Mereka tahu, karena seperti kaum ‘Ad ataupun Tsamud terhitung dari kabilah Arab.

Firman Allah ﷻ,

يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ

“Sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.”

Para ulama berbeda pendapat mengenai maksud dari ayat ini.

Pertama, sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa mereka’ yang dimaksud adalah orang-orang kafir Quraisy. Mereka berjalan dengan melihat langsung bagaimana lokasi kaum Tsamud, maupun kaum ‘Ad, bahkan sampai sekarang pun masih ada. Mereka adalah kaum yang hebat, lalu secara tiba-tiba Allah ﷻ membinasakan mereka dengan suara yang keras. Hal ini karena kaum Quraisy sering melakukan perjalanan jauh ke negeri Syam dan Yaman. Jika mereka ke arah Syam maka mereka bisa melewati negeri kaum Tsamud dan juga kaum Sodom. Dan jika mereka ke Yaman mereka bisa melewati negeri kaum Áad.

Allah ﷻ menjelaskan kepada orang-orang kafir, apakah adanya kaum terdahulu yang binasa tidak memberikan petunjuk untuk beriman kepada Nabi ﷺ  sedangkan mereka pun melihat kondisi kesudahan mereka seperti kaum ‘Ad dan kaum-kaum yang lain.

Kedua, sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa maksud ‘mereka’ pada ayat tersebut adalah kaum-kaum yang telah dibinasakan([1]). Mereka diazab dalam kondisi lalai. Ketika mereka sedang berjalan-jalan di tempat tinggal mereka, maka tiba-tiba mereka diazab oleh Allah ﷻ. Ketika datang peringatan kepada mereka, mereka malah bersikap angkuh dan sombong, dan akhirnya datanglah azab kepada mereka secara tiba-tiba, baik dengan gempa yang dahsyat ataupun dengan suara yang memekikkan telinga.

Adapun orang-orang kafir Quraisy yang mengetahui lokasi dan kondisi kesudahan mereka, tidakkah mereka mendapatkan petunjuk untuk sadar dan beriman kepada Nabi ﷺ?

Firman Allah ﷻ,

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ أَفَلَا يَسْمَعُونَ

“Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?”

Apalagi ketika mereka mengetahui kisah kaum-kaum sebelum mereka dan bagaimana binasanya mereka sangat tidak wajar([2]). Seperti kaum ‘Ad yang binasa dengan cara yang tidak wajar, di mana mereka dibawa oleh angin selama berhari-hari hingga akhirnya membinasakan mereka seluruhnya. Artinya angin yang membinasakan mereka adalah hal yang sangat langka dan ini menunjukkan bahwa angin tersebut benar-benar datang dari Allah ﷻ. Di mana Allah ﷻ mengirimkan angin tersebut sebagai azab untuk membinasakan kaum yang membangkang tersebut.

Begitu pun dengan kaum Tsamud, di mana mereka binasa karena suara yang keras. Tidak pernah ditemukan seseorang yang meninggal dunia hanya karena disebabkan suara. Namun, kaum Tsamud adalah salah satu kaum yang pernah Allah ﷻ binasakan mereka dengan suara yang sangat kencang. Ini menunjukkan akan kekuasaan Allah ﷻ.

______________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi, 14/110

([2]) Lihat: Tafsir Ibnu Katsir, 6/372