Tafsir Surat Maryam Ayat-6

6. يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

yariṡunī wa yariṡu min āli ya’qụba waj’al-hu rabbi raḍiyyā
6. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Tafsir:

Terkait warisan yang disebutkan dalam ayat ini; walaupun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah harta Nabi Zakariyya, namun yang benar adalah bahwa yang dimaksud bukanlah warisan harta.

Disebutkan dalam sebuah hadits([1]) bahwa Nabi Zakariyya ‘Alaihissalam adalah seorang tukang kayu biasa, dan bukanlah seorang yang kaya-raya.

Dan juga telah dijelaskan sebelumnya, bahwasanya Nabi Zakariyya tidak sedang mencemaskan penerus hartanya. Terlebih lagi kebiasaan para nabi adalah tidak pernah memikiran penerus harta yang mereka miliki. Nabi Zakariyya ‘Alaihissalam, layaknya nabi-nabi lainnya, hanya mencemaskan nasib agama dan keselamatan umatnya sepeninggalnya.

Harta yang ditinggalkan para nabi tidaklah diwariskan, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّا مَعْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ لَا نُورَثُ، مَا تَرَكْتُ بَعْدَ مَئُونَةِ عَامِلِي، وَنَفَقَةِ نِسَائِي، صَدَقَةٌ

“Sesungguhnya kami para Nabi, kami tidak diwarisi (hartanya), apa yang aku tinggalkan setelah jatah bagi pekerjaku dan nafkah istri-istriku adalah sedekah.” ([2])

Jadi warisan yang dimaksud dalam ayat, adalah sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah ﷺ,

وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu, dan siapa saja yang berhasil meraihnya, sungguh ia telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar.”([3])

Ini pula warisan yang dimaksud dalam firman Allah ﷻ,

﴿وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ﴾

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.” (QS. An-Naml: 16)

Yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah harta, melainkan warisan ilmu dan kenabian. Sepeninggal Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS pun diangkat oleh Allah ﷻ menjadi nabi.

Setelah Nabi Zakariyya berdoa kepada Allah ﷻ dengan melakukan berbagai macam tawassul, akhirnya Allah ﷻ mengabulkan doanya.

_______
Footnote:

([1]) HR. Muslim no. 2379

([2]) HR. Ahmad no. 9972. Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini shohih.

([3]) HR. Abu Dawud no. 3641 dan Al-Albani mengatakan hadits ini shohih