Tafsir Surat Qaf Ayat-22

22. لَّقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلْيَوْمَ حَدِيدٌ

laqad kunta fī gaflatim min hāżā fa kasyafnā ‘angka giṭā`aka fa baṣarukal-yauma ḥadīd
22. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Tafsir :

Ayat ini semakin menguatkan bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala berbicara tentang orang-orang kafir, karena Allah Subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang orang-orang yang lalai akan hari kebangkitan, dan tentu yang dimaksud itu adalah orang-orang kafir.

Maksud dari ayat ini untuk menegaskan bahwa orang-orang kafir itu mendustakan hari kebangkitan, seakan-akan hari tersebut tidak akan terjadi. Mereka dahulu di dunia hanya hidup untuk bersenang-senang. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا، إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ

Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).” (QS. Al-Insyiqaq : 13-14)

Maka karena mereka lalai dan menutup mata akan hari kebangkitan, maka pada hari tersebut semua akan menjadi nyata bagi mereka. Yang dahulunya di dunia mereka dustakan, maka pada saat itu mereka bisa melihatnya. Pada saat hari dimana mereka dibangkitkan, maka mata mereka menjadi tajam. Para ulama mengatakan maksudnya adalah mereka bisa melihat banyak hal, mereka bisa melihat malaikat dan jin, dia bisa melihat bagaimana orang-orang disiksa di padang mahsyar dari kejauhan, dia bisa melihat ketika amalannya ditimbang, dan banyak hal yang dia bisa lihat. Matanya dibuat bisa melihat segala hal itu agar dia semakin menderita, yaitu agar dia bisa melihat kesengsaraan dan ketakutan di sekitarnya yang hal itu juga akan menimpa dirinya. Ketika di dunia dia tidak bisa melihat malaikat yang akan menyiksanya, akan tetapi ketika di akhirat mata mereka dijadikan tajam sehingga bisa melihat seluruhnya dan menjadikannya semakin takut.([1])

Adapun penglihatan pada hari akhir akan ditajamkan tidak hanya berlaku bagi orang kafir, namun juga berlaku bagi orang-orang beriman([2]). Hanya saja yang dilihat oleh orang-orang yang beriman adalah hal-hal yang menyenangkan dan keindahan-keindahan.

_____________________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 26/309

([2]) Lihat: Tafsir Ath-Thabariy 22/352