Tafsir Surat An-Najm Ayat-40

40. وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ

wa anna sa’yahụ saufa yurā
40. dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Tafsir :

Baik usaha berupa kebaikan atau berupa keburukan semuanya akan terlihat pada hari kiamat, akan dilihat oleh Allah dan akan dilihat pula oleh para malaikat. Sebagian orang kebaikannya akan diperlihatkan kepada khalayak untuk memuliakan dia dan sebagian orang keburukannya juga akan diperlihatkan kepada khalayak untuk dipermalukan. Adapun orang mukmin maka Allah tidak akan membongkar aibnya, sebagaimana dalam hadist yang sahih bahwasanya Allah akan mendekatkan dia kepada-Nya kemudian Allah bongkar aib-aibnya di hadapannya dengan lembaran-lembaran catatan amalnya antara dia dengan Allah saja, kemudian Allah berkata, “Bukankah Engkau telah melakukan demikian? Maka dia pun menjawab, “Benar ya Allah”.

Nabi bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي المُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ، حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ اليَوْمَ، فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ، وَأَمَّا الكَافِرُ وَالمُنَافِقُونَ، فَيَقُولُ الأَشْهَادُ: {هَؤُلاَءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلاَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ}

“Sesungguhnya Allah mendekatkan seorang mukmin, lalu Allah menaunginya dan menutupinya, maka Allah bertanya, “Tahukah engkau dosa ini, tahukah engkau dosa itu?”. Maka sang mukmin berkata, “Ya, Rabbku”. Hingga tatkala ia mengakui/menetapkan dosa-dosanya dan ia merasa dalam dirinya bahwa telah binasa, maka Allah berkata, “Aku telah menutupi dosa-dosa tersebut di dunia, dan pada hari ini aku mengampuninya untukmu”. Maka iapun diberikan buku catatan kebaikan-kebaikannya. Adapun orang kafir dan kaum munfiq maka al-Asyhaad/para saksi (para malaikat, para nabi, manusia dan jin) berkata, “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim” (QS Huud : 18) ([1])

Adapun para pelaku maksiat maka akan terlihat amalan-amalan mereka di hadapan banyak orang, contoh seperti sabda Nabi ﷺ,

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

“Barangsiapa yang sumáh (memperdengarkan amalannya) maka Allah akan memperdengarkan tentangnya, dan barangsiapa yang memperlihatkan (riyaa’) maka Allah akan memperlihatkan tentang dia”([2]).

Maksudnya barang siapa yang yang beramal karena sum’ah (ingin disebut-sebut oleh orang) maka Allah akan sebut-sebut keburukannya (pada hari kiamat kelak) dan barang siapa yang beramal sholeh agar dilihat oleh orang lain (riyaa’) maka Allah akan perlihatkan di hadapan khalayak bahwasanya ia adalah orang yang riyaa’. Sebagaimana firman Allah ﷻ ,

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ

“Pada hari ditampakkan segala rahasia”. QS AT-Thaariq : 9.

Terkadang juga Allah beri tanda, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ

“Setiap pengkhianat memiliki bendera pada hari Kiamat kelak. Lalu dikatakan kepadanya: “Inilah pengkhianatan si Fulan”([3]).

Nabi ﷺ juga bersabda,

من كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring”([4]).

Inilah makna ayat sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya bahwasanya usaha dan amalannya sewaktu di dunia akan terlihat, apakah amalan tersebut akan diperlihatkan antara dia dan Allah saja dan ini diperuntukkan bagi orang-orang mukmin atau terlihat oleh banyak orang ? terkadang sebagian orang mukmin dimasyhurkan oleh Allah agar semua tahu bahwa dia adalah orang yang mulia sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Para muadzin adalah orang-orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti”([5]).

Karena ketika di dunia dia selalu meninggikan kalimat Allah maka pada hari kiamat kelak Allah jadikan dia tersohor. Seperti halnya orang yang meninggal dalam kondisi berihram sebagaimana sabda Nabi ﷺ  ,

فَإِنَّهُ يُبعَثُ يَومَ القِيَامَةِ مُلَبِّياً

Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada hari kiyamat nanti dalam keadaan bertalbiyah([6])  (yakni membaca : لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ )

Artinya, “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Seperti halnya juga orang yang mati syahid Allah bangkitkan dalam keadaan berlumuran darah, kata Nabi ﷺ :

اللَّوْنُ لَونُ الدَّمِ، وَالرِّيحُ رِيحُ المِسْكِ

“Warnanya warna darah, dan aromanya aroma kasturi([7]).

Jadi amalan akan terlihat terkadang dihadapan para khalayak dan terkadang hanya dihadapan Allah saja.

__________________________

Footnote :

([1]) HR. Bukhori no.2441.

([2]) HR. Al-Bukhari no 6499.

([3]) أHR. Muslim 1736.

([4]) HR. Abu Dawud 2133.

([5]) HR. Muslim 387

([6]) HR. Bukhori no. 1851

([7]) HR. Tirmidzi no.1656