Tafsir Surat Al-Qamar Ayat-54

54. إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَنَهَرٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar
54. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai.

Tafsir :

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang orang-orang yang bertakwa yang sebelumnya Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan keadaan orang-orang yang kafir bagaimana mereka disiksa di dunia dan di akhirat. Adapun orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman dan نَهَرٍ, dan terdapat beberapa penafsiran berkaitan dengan kata نَهَرٍ, di antaranya:

Pertama: نَهَرٍdiartikan dengan sungai-sungai yang ada di surga, sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala firmankan,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” QS. Muhammad: 15

Berdasarkan penafsiran ini maka maknanya bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman yang indah dan sungai-sungai yang disebutkan pada ayat di atas.

Kedua: نَهَر berasal dari kata النَّهَارُ yang artinya siang, maka berdasarkan penafsiran ini maka maknanya bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman yang indah dan mereka selalu berada dalam kondisi siang, karena di surga tidak ada malam. ([1])

___________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthuby: 17/149