Tafsir Surat Ar-Rahman Ayat-27

27. وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām
27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Tafsir :

Artinya bukan hanya wajah Allah yang tetap kekal, namun semua Dzat Allah secara keseluruhan tetap kekal. Justru, jika seseorang mengatakan bahwa yang dimaksudkan wajah dalam ayat ini adalah dzat, maka hal itu menunjukkan penetapan bahwa Allah mempunyai wajah.

Alasannya, ketika seseorang mengatakan ‘batang hidung’ yang merupakan perwakilan dari dzat manusia seluruhnya, hal itu menunjukkan penetapan bahwa manusia benar-benar memiliki batang hidung. Atau ketika seseorang memberikan sifat kepada manusia dengan ‘tangan panjang’ (mencuri) atau ‘ringan tangan’ (suka membantu), maka hal itu menunjukkan suatu penetapan bahwa manusia benar-benar mempunyai tangan.

Begitu juga halnya, Tatkala seseorang mengatakan bahwa maksud dari wajah Allah pada ayat ini adalah dzat yang mewakili dzat Allah secara keseluruhan, maka hal itu menetapkan bahwa Allah mempunyai wajah.

Sebagian orang mentakwil dan mengatakan bahwa wajah yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah dzat dan hal itu menunjukkan bahwa Allah tidak memiliki wajah. Justru, yang benar adalah wajah Allah yang dimaksudkan dalam ayat ini merupakan perwakilan dari dzat. Maka, hal ini menetapkan bahwa Allah mempunyai wajah. Seandainya Allah tidak mempunyai wajah, tidak mungkin sesuatu yang bukan menjadi bagian dari Allah dijadikan sebagai perwakilan dzat Allah.([1])

Dan tidaklah seseorang menjadikan wajah sebagai perwakilan dari dzat Allah, kecuali karena Allah benar-benar mempunyai wajah. Seandainya Allah tidak mempunyai wajah, maka tidak mungkin wajah tersebut dijadikan sebagai perwakilan dari dzat Allah.

ذُو الْجَلٰلِ وَالْإِكْرَامِۚ

“Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.”

Maksud dari (الْجَلَال) adalah (العَظَمَة) maknanya adalah Maha Agung. Sedangkan (الْإِكْرَام) memiliki makna pemuliaan. Artinya Allah adalah Dzat yang paling utama untuk dimuliakan oleh makhluk-makhlukNya. Dan bisa juga berarti Allah yang memuliakan makhluk-makhlukNya yaitu wali-waliNya, para nabi dan rasul dan orang-orang shaleh. Ini merupakan diantara sifat-sifat Allah.([2])

_____________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubiy 17/165 dan At-Tahrir Wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 27/254.

([2]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubiy 17/165 dan At-Tahrir Wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 27/254.