Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat-8

8. فَأَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ

fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah
8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.

Tafsir :

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ، وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ، وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

“Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu, dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga). (QS. Al-Waqi’ah : 8-10)

Tiga kelompok manusia yang Allah Subhanahu wa ta’ala maksud adalah,

  1. Golongan kanan. Mereka disebut golongan kanan karena mereka mendapat buku catatan amal mereka dengan tangan kanan, dan mereka dikumpulkan di sebelah kanan untuk berjalan menuju surga
  2. Golongan kiri. Mereka disebut golongan kiri karena mereka mendapat buku catatan amal mereka dengan tangan kiri sebagai bentuk Allah Subhanahu wa ta’ala menghinakan mereka, dan mereka dikumpulkan di sebelah kiri dan digiring menuju neraka Jahannam.
  3. Golongan orang-orang yang dahulu masuk surga.([1])

Secara umum golongan manusia pada hari kiamat menjadi dua, yaitu penghuni surga dan penghuni neraka. Penghuni neraka disebut dengan Ashaabu al-Masy’amah (golongan kiri). Adapun penghuni surga terbagi menjadi dua tingkatan, tingkatan pertama adalah As-Saabiquun (yang mendahului), dan tingkatan kedua adalah Ashabul Maimanah (golongan kanan). Pada dasarnya, baik neraka maupun surga itu bertingkat-tingkat. Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah, dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi.”([2])

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa hal ini -yaitu tingkatan surga- juga berlaku pada ibadah yang lain([3]), seperti shalat, sedekah, dakwah, dan yang lainnya. Hal ini karena Allah Subhanahu wa ta’ala detail dalam mengklasifikasikan hamba-hamba-Nya. Akan tetapi secara umum, seluruh penghuni surga bisa dibagi menjadi dua, yaitu As-Saabiquun dan Ashabul Maimanah.

_______________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Mawardiy 5/448

([2])  HR. Bukhari 2790

([3]) Fathul Bari Li Ibnu Hajar 6/12