Tafsir Surat Al-Hadid Ayat-12

12. يَوْمَ تَرَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ يَسْعَىٰ نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِم بُشْرَىٰكُمُ ٱلْيَوْمَ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

yauma taral-mu`minīna wal-mu`mināti yas’ā nụruhum baina aidīhim wa bi`aimānihim busyrākumul-yauma jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, żālika huwal-fauzul-‘aẓīm
12. (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”.

Tafsir :

Sebagian ulama menyebutkan bahwa pada hari kiamat, orang-orang beriman akan memegang cahaya yang diberikan kepada mereka dengan tangan kanan mereka sehingga mereka bisa mengatur cahaya tersebut, dan sehingga mereka bisa melangkah di akhirat yang gelap gulita dengan mudah, terutama tatkala melewati sirath.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala kabarkan bahwa mereka akan kekal di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Tentunya berbeda dengan dunia yang fana ini, segalanya seperti rumah, harta benda, dan yang lainnya akan sirna dengan seiringnya waktu. Bahkan kalau sekiranya bukan dunia ini yang sirna, maka kita yang akan sirna terlebih dahulu sebelum dunia tersebut. Adapun di surga semuanya akan abadi.

Tentunya orang-orang yang masuk surga itulah yang mendapatkan kemenangan yang agung. Terkadang mungkin di dunia kita sering bertanya tentang siapa yang menang dalam suatu perlombaan, akan tetapi kita katakan bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah yang menang di akhirat, dan yang sukses sesungguhnya adalah yang sukses di akhirat. Oleh karenanya mungkin kita di dunia tidak menjadi orang yang menang dengan segala perkara yang ada di dunia, akan tetapi seharusnya itu tidak membuat kita bersedih yang berlebihan, karena kekalahan yang perlu untuk di khawatirkan adalah kekalahan di akhirat, karena konsekuensinya adalah neraka Jahannam. Maka siapa yang bisa meraih kemenangan di akhirat mala dia adalah pemenang yang sesungguhnya.