Tafsir Surat Al-Jumu’ah Ayat-5

5. مَثَلُ ٱلَّذِينَ حُمِّلُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًۢا ۚ بِئْسَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

maṡalullażīna ḥummilut-taurāta ṡumma lam yaḥmilụhā kamaṡalil-ḥimāri yaḥmilu asfārā, bi`sa maṡalul-qaumillażīna każżabụ bi`āyātillāh, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
5. Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Tafsir :

Allah sebutkan perumpamaan tentang orang yahudi karena mereka tidak beriman kepada Nabi ﷺ. Disebutkan dalam sebagian buku tafsir tatkala Rasulullah ﷺ berdakwah maka orang-orang yahudi Madinah mengirim surat kepada orang-orang yahudi khoibar bertanya tentang Muhammad ﷺ, mereka berkata, “Jika kalian mengikutinya kami akan ikut, jika kalian menyelisihinya kami akan ikut pula”

إِنِ اتَّبَعْتُمُوهُ أَطَعْنَاكُمْ، وَإِنْ خَالَفْتُمُوهُ خَالَفْنَاهُ، فَقَالُوا لَهُمْ: نَحْنُ أَبْنَاءُ خَلِيلِ الرَّحْمَنِ، وَمِنَّا عُزَيْرٌ بن اللَّهِ وَالْأَنْبِيَاءُ، وَمَتَّى كَانْتِ النُّبُوَّةُ فِي الْعَرَبِ نَحْنُ أَحَقُّ بِهَا مِنْ مُحَمَّدٍ، وَلَا سَبِيلَ إِلَى اتِّبَاعِهِ

Maka orang-orang yahudi Khoibar menjawab, “Kita adalah anak keturunannya Ibrahim kholilurrahman. ‘Uzair anak Allah serta seluruh Nabi-nabi berasal dari golongan kita, maka sejak kapan ada nabi dari Arab? Kita lebih berhak dengan kenabian dari pada Muhammad, tidak ada jalan untuk mengikutinya!”([1]).

Terdapat pula kisah yang sangat masyhur bahwasanya ketika Nabi ﷺ berhijrah dari Makkah ke Madinah tatkala sampai di Quba’ berangkatlah Huyyai bin Akhtob bapak dari Shofiyah dan saudaranya Abu Yasir bin Akhtob (pamannya Shofiyah), mereka berdua bersemangat berangkat pagi-pagi pergi ke Quba’ untuk memastikan Muhammad ﷺ apakah dia Nabi sebagaimana yang dijelaskan dalam Taurat dan Injil? maka pulanglah mereka berdua pada sore harinya dalam keadaan letih lemah dan lesu. Pamannya Shofiyah ِ Abu Yasir bin Akhtob bertanya kepada saudaranya Huyyai bin Akhtob, “Apakah Muhammad itu adalah nabi sebagaimana yang disebutkan didalam Taurat?” kata Huyyai bin Akhtob, “Demi Allah dia adalah Nabi sebagaimana engkau tahu ciri-ciri dan sifatnya”, “lantas bagaimana engkau menyikapinya?” tanya pamannya shofiyah, kata Huyyai bin Akhtob :

عَدَاوَتُهُ وَاللهِ مَا بَقِيتُ!

“Demi Allah aku akan terus memusuhinya seumur hidupku!([2]).

Mereka tahu bahwasanya Muhammad ﷺ adalah Nabi yang diutus oleh Allah ﷻ. Oleh karenannya Allah mencela mereka dengan mengatakan :

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَه كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ ۗ

“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri”. (QS Al-Baqoroh ; 146).

Allah menjelaskan pengenalan orang Yahudi terhadap Nabi ﷺ seperti mengenal anak mereka sendiri artinya mereka tahu tentang Nabi yang akan diustus secara mendetail, sebagaimana mereka tahu anak mereka secara mendetail bagaimana sifatnya, fisiknya, tempat mainnya, berteman dengan siapa  saja. Oleh karenanya diantara sebab orang yahudi tinggal di Madinah karena mereka tahu Nabi terakhir akan berhijrah di kota Madinah, akan tetapi :

فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِه ۖ

“Ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya”. (QS Al-Baqoroh ; 89).

Atas dasar inilah mereka disamakan dengan keledai karena mereka tidak mengamalkan isi Taurat. Mereka disamakan dengan keledai yang sedang memikul buku yang tidak tahu apa yang dia pukul. Ini adalah celaan dari Allah ﷻ  yang mana seharusnya mereka tahu bahwa Muhammad ﷺ tidak diutus hanya untuk orang Arab saja bahkan diutus pula untuk mereka dan hal tersebut mereka ketahui termaktub dalam Taurat, akan tetapi mereka menutup mata atas kebenaran, sehingga mereka disamakan seperti keledai yang sedang memikul buku-buku. Bahkan sebagian ulama mengatakan mereka lebih buruk dari pada keledai seperti dalam firman Allah :

إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya”. (QS Al-Furqon ; 44)

Dikatakan lebih sesat karena orang yahudi memiliki pemahaman dan akal berbeda dengan keledai yang tidak punya akal dan tidak bisa membaca. Ini adalah perumpamaan yang sangat buruk yang Allah ﷻ berikan kepada orang – orang yahudi. Inilah kaitanya kenapa tiba-tiba Allah membahas tentang orang yahudi, dikarenakan setelah Allah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah nikmat bagi orang-orang Arab dan kepada seluruh umat manusia termasuk didalamnya orang-orang yahudi tapi mereka tidak mau beriman, mereka menganggap bahwa Nabi shallallahu álaihi wasallam yang berasal dari bangsa Arab tidak pantas untuk mereka imani. Semua itu karena sifat hasad yang ada pada diri mereka.

_____________________

Footnote :

([1]) Lihat Al-Bahrul Muhith fi Tafsir karya Abu Hayyan Al-Andalusy 10/173.

([2]) Lihat Al-Bidayah wan Nihayah 4/524-525.