Tafsir Surat Al-Qalam Ayat-48

48. فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ

faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt, iż nādā wa huwa makẓụm
48. Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).

Tafsir :

Keadaan sulit ini dialami oleh Nabi di awal-awal dakwahnya. Allah menyuruh Nabi, apa pun gangguan yang menimpanya agar Nabi ﷺ tetap bersabar dan tidak berdoa dalam keadaan marah kepada kaumnya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yunus. ([1])

Dikisahkan bahwa tatkala Nabi Yunus berdakwah kepada kaumnya, kaumnya menolak dengan penolakan yang sangat kuat. Karena penolakan tersebut maka Nabi Yunus ‘alaihissalam salam marah dan pergi meninggalkan kaumnya. Padahal Allah ﷻ belum mengizinkannya untuk pergi. Artinya Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak sabar dengan perlakuan kaumnya. Kita tidak tahu bagaimana gangguan kaum Nabi Yunus ‘alaihissalam kepada dirinya, akan tetapi kita tahu bahwa para Nabi adalah orang yang paling sabar. Akan tetapi mungkin karena saking beratnya gangguan yang dihadapi oleh Nabi Yunus ‘alaihissalam, akhirnya dia pergi meninggalkan kaumnya dalam kondisi marah sebelum diizinkan oleh Allah ﷻ. Akhirnya dia pun pergi dan naik sebuah kapal. Singkat cerita, terjadi ombak yang besar, dan para penumpang tersebut harus mengundi siapa di antara mereka yang harus dilempar keluar dari kapal untuk mengurangi beban dan agar kapal tetap bisa berlayar dengan aman. Keluarlah nama Nabi Yunus ‘alaihissalam, dan akhirnya beliau dilemparkan ke laut lalu ditelan oleh ikan paus sebagai teguran dari Allah ﷻ([2]). Di tengah kegelapan tersebut, Nabi Yunus berdoa kepada Allah ﷻ sebagaimana diabadikan di dalam Alquran,

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-Anbiya’ : 87)

Dan karena Nabi Yunus ‘alaihissalam telah berdoa demikian, maka Allah ﷻ berfirman,

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ، لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.” (QS. Ash-Shaffat: 143-144)

_________________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Baghawiy 8/210.

([2]) Lihat: Tafsir Ibnu Katsir 8/201.