Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-1

1. سَأَلَ سَآئِلٌۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

sa`ala sā`ilum bi’ażābiw wāqi’
1. Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa.

Tafsir :

Kebanyakan Ahli Tafsir mengatakan bahwasanya penanya yang disebutkan dalam ayat ini adalah An-Nadhr bin al-Harits([1]), salah seorang pembesar Quraisy. Dan ini merupakan kebiasaan orang Quraisy, yaitu mereka bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan maksud untuk menantang. Mereka menantang bahwa jika memang ada hari kiamat maka kapan itu akan terjadi? Dan kepada siapa azab tersebut ditimpakan? Demikianlah sikap orang-orang kafir Quraisy, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa ta’ala sebutkan dalam banyak ayat di antaranya,

وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ

Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan’.” (QS. Shad : 16)

Demikian juga firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj : 47)

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Alquran) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu’.” (QS. Al-Anfal : 32)

Di antara bentuk ejekan orang-orang kafir Quraisy kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan menantang kapan datangnya azab yang dijanjikan bagi mereka. Demikian kebiasaan orang-orang kafir yang mengingkari para Nabi, mereka sering mengejek Nabi termasuk Nabi-Nabi sebelumnya dengan menantang Nabinya agar mendatangkan azab yang telah dijanjikan jika memang benar adanya. Padahal dalam ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala telah menegaskan bahwa azab tersebut pasti terjadi,

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi.”

___________________

Footnote :

([1]) Tafsir Al-Qurthubiy: 18/ 278 dan Tahrir wa At-Tanwir: 29/ 153.