Tafsir Surat Luqman Ayat-2

2. تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْحَكِيمِ

tilka āyātul-kitābil-ḥakīm
2. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat.

Tafsir :

Firman Allah ﷻ,

تِلْكَ

“Inilah”

تِلْكَ adalah kata tunjuk untuk yang jauh, padahal تِلْكَ “kata tunjuk” ini menunjukan kepada ayat-ayat yang datang selanjutnya yang dekat. Yaitu artinya “ayat-ayat berikut ini”. Namun Allah menggunakan kata tunjuk jauh untuk mengisyaratkan akan tingginya kududukan Al-Qur’an. Seakan-akan ketinggian Al-Qur’an tinggia jauh di sana([1])

Firman Allah ﷻ,

آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ

“Ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat.”

Makna dari الْكِتَابِ disini adalah Al-Qur’an.([2]) Adapun makna dari الْحَكِيمِ maka ada dua pendapat di kalangan para ulama:

Pertama: الْحَكِيمِ berasal dari wazan فَعِيْلٌ yang maknanya adalah فَاعِلٌ, sehingga الْحَكِيمِ maknanya adalah الحَاكِمُ yaitu ذُو الحِكْمَةِ (yang memiliki hikmah). Maksudnya adalah ayat-ayat pada surat Luqman mengandung pelajaran-pelajaran yang banyak. Terlebih lagi di dalam surat ini Allah menghikayatkan sebagian nasehat Luqman yang dikenal sangat bijak, sehingga Luqman dikenal dengan Luqman Al-Hakim.

Kedua:  الْحَكِيمِ berasal dari wazan فَعِيْلٌ yang maknanya adalah isim maf’ul yaitu مُفْعَلٌ, sehingga الْحَكِيمِ maknanya الْمُحْكَمُ yaitu ذُو الإحْكَامِ (kokoh/sempurna). Maksudnya yaitu kokoh/ sempurna dari segi lafal, makna yang dalam, tidak ada kebatilan, tidak ada yang sia-sia, tidak ada kontradiksi, terkandung banyak pelajaran, dan lain-lain.([3]) Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikh As-Sa’di ﷺ.([4]) Ini sesuai dengan firman Allah:

كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

 (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu (QS Hud : 1)

_______________

Footnote :

([1]) Lihat at-Tahrir wa at-Tanwir 21/140

([2]) Tafsir Al-Qurthubi, 14/50.

([3]) Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 14/50 dan at-Tahrir wa at-Tanwir 21/140

([4]) Lihat Tafsir As-Sa’di, 1/646.