Tafsir Surat Qaf Ayat-2

2. بَلْ عَجِبُوٓا۟ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ فَقَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ هَٰذَا شَىْءٌ عَجِيبٌ

bal ‘ajibū an jā`ahum munżirum min-hum fa qālal-kāfirụna hāżā syai`un ‘ajīb
2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”.

Tafsir :

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ

(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri.”

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala menggambarkan bagaimana mereka tidak menerima dua hal, yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemberi peringatan dan orang tersebut dari kalangan mereka sendiri. Mereka orang-orang musyrikin mengingkari adanya hari kebangkitan, maka mereka tidak menerima adanya orang yang memberikan peringatan kepada mereka akan adanya hari kebangkitan tersebut. Para ulama menyebutkan bahwa pengingkaran orang-orang musyrikin terhadap diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang dari golongan mereka hanyalah sebagai tambahan pengingkaran, karena pengingkaran yang sesungguhnya adalah mereka mengingkari adanya hari kebangkitan. Karena dasarnya mereka telah mengingkari hari kebangkitan, maka yang lain pun sangat mudah untuk mereka ingkari termasuk diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari golongan mereka, atau untuk menyatakan bahwa Alquran itu sihir, dan yang lainnya. Intinya inilah dua hal yang orang-orang musyrikin ingkari, yaitu adanya pemberi peringatan tentang hari kebangkitan, dan orang yang memberi peringatan itu adalah dari golongan mereka (manusia). ([1])

Kemudian firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

Maka berkatalah orang-orang kafir, ‘Ini adalah suatu yang sangat ajaib’.”

Orang-orang musyrikin menganggap aneh dan menakjubkan perkara hari kebangkitan, mereka merasa heran bagaimana mungkin adanya hari kebangkitan.([2])

________________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 26/279

([2]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubiy 17/4